
Menurut Harvard Law School, negosiasi yang ideal bukanlah zero-sum game (satu pihak menang, satu kalah), tapi mutual gain, yang berarti keduanya merasa menang. Tapi, mengapa banyak negosiasi berakhir buntu atau tidak produktif?
Jawabannya terletak pada komunikasi. Banyak orang mengandalkan logika keras dan posisi kuasa, bukan pendekatan persuasif yang strategis. Di sinilah Persuatrick™ hadir membantu Anda membangun komunikasi yang lebih meyakinkan dan berpengaruh dalam proses negosiasi.
- Bangun Kesamaan Lebih Dulu, Baru Ajukan Tawaran
Orang lebih mudah menerima tawaran dari mereka yang terasa ‘serupa’. Dalam teknik Mirroring di Persuatrick™, membangun kesamaan bukan sekadar basa-basi, tapi cara membuka kepercayaan.
- Ajukan Proposal dengan Bahasa ‘Win-Win’
Hindari frasa seperti “Saya ingin…” dan gantilah dengan “Apa yang bisa kita sepakati bersama?” atau “Bagaimana agar kita sama-sama untung?” Cara ini membantu teman bicara melihat negosiasi sebagai kolaborasi, bukan siapa yang mendominasi.
- Kendalikan Emosi dengan Teknik Pause-Persuade
Saat negosiasi memanas, teknik Pause-Persuade mengajarkan kita untuk jeda sejenak, lalu masuk dengan pertanyaan reflektif: “Menurut Anda, apa yang bisa jadi titik tengah kita?”
Negosiasi Hebat Itu Persuasif, Bukan Agresif
Kalau kamu ingin menjadi negosiator yang disegani tapi tetap disukai, pelajari seni komunikasi yang membangun. Di sinilah Persuatrick™ menjadi bekal utama.
Penasaran bagaimana supaya presentasimu lebih berdampak dengan pendekatan komunikasi persuasif ala Persuatrick™ lebih dalam? Ikuti kelas training dari Katadaya dan ubah cara komunikasi serta presentasi Anda menjadi lebih berpengaruh dan berdampak!